Thank you for crossing my path

My latest amateur work: flam on watercolor

Ada pepatah dalam bahasa Inggris yang mengatakan ini: We don’t meet people by accident. They are meant to cross our path for a reason.”  Belakangan, pepatah tersebut mengawang di pikiran ini seolah menjadi jawaban dari sekelumit pertanyaan mengganjal yang kerap muncul di kepala. Tentang orang-orang yang saya kenal yang kadang tanpa diduga datang untuk meninggalkan kesan di hidup ini. Sebagian menorehkan pahit, sebagian membagi manisnya dan sebagian lainnya mencampuradukkan semua rasa yang berakhir begitu rumit untuk diterjemahkan ke dalam bahasa.

Betapa Tuhan menciptakan manusia lengkap dengan takdir dan perannya di dalam hidup setiap manusia lainnya. Bagai agen-agen khusus, tiap-tiap diri ini diutus untuk masuk atau sekadar melintas di kehidupan manusia lainnya. Dan, di setiap persinggungan antara satu dengan yang lainnya, pasti ada pihak yang mendapatkan makna dari pertemuan itu. Walau terkadang, butuh waktu yang cukup panjang untuk akhirnya dapat mengekstrak makna tersebut.

Saya kerap membayangkan tentang orang-orang yang saat ini sedang singgah di hidup saya. Kalau beberapa tahun sebelumnya, saya dan siapapun yang saat ini saya kenal secara personal hanya lah individu-individu yang tak saling mengenal yang memiliki kehidupan sendiri-sendiri. Kehidupan yang mungkin begitu berlawanan, yang bahkan tak pernah terbayangkan titik temunya. Di saat yang sama, diam-diam, Tuhan menyiapkan waktu yang tepat untuk individu-individu asing ini untuk saling bertemu dan bertukar makna, lengkap dengan kapan mereka akan keluar dari garis kehidupan satu sama lain.

Seperti saat ini, Tuhan mungkin sedang menyiapkan sejumlah orang yang berikutnya akan masuk ke kehidupan kita. Besok, minggu depan,  tahun depan, lima atau sepuluh tahun lagi. Dan, siapa yang tahu, diri kita ini juga sedang dipersiapkan untuk masuk ke kehidupan manusia lainnya yang kita tak pernah duga sama sekali. Bayangkan betapa rumitnya pengaturan milyaran jiwa ini untuk keluar-masuk di satu titik untuk kemudian masuk dan keluar lagi, masuk dan keluar lagi, di titik lainnya. Satu keluar, satu masuk. Satu masuk, satu keluar. Begitu seterusnya.

Dan, kau yang sedang membaca tulisan ini. Terlepas sudah atau belum kenal. Siapa tahu. Mungkin suatu hari nanti, ada temali yang akan menarik kita ke satu penjuru yang sama. Untuk bertemu, atau bertemu kembali, atau sekadar bertegur sapa untuk waktu yang singkat. Atau… Tidak sama sekali.

Juga kau yang telah atau baru saja melangkah keluar dari garis batas kehidupan (saya) ini. Terlepas manis atau pahit kesan yang kau torehkan. Terlepas betapa bersyukurnya saya pernah mengenalmu, atau bahkan betapa saya sesalkan pertemuan itu. Saya ucapkan terimakasih.

Saya sudah, sedang, dan akan memahami makna-makna itu. Kemarin, hari ini dan esok hari. Cepat atau lambat. Thank you for crossing my path. 

And for the time being, whether it’s a hello, or a good bye; a hey you, or a see you, mari kita nikmati?

September 2016

Advertisements

One thought on “Thank you for crossing my path

  1. Pingback: H2O: Rain | What's (in) the picture?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s