For No One: For the Broken Hearts

Image by Florideiulie (Deviant Art)

“Your day breaks, your mind aches, you find all her words of kindness linger on when she no longer needs you..” -The Beatles in “For No One”

Lagu For No One ini merupakan salah satu lagu favorit saya di album Revolver. Dari dulu, setiap dengar lagu ini, saya akan membayangkan seorang pria yang sedang berdiri di tengah-tengah sebuah karnival kosong memandang hampa ke sebuah carousel yang berputar tanpa penumpang, sementara dalam dirinya berkecamuk seribu rasa kesal dan sesal. Lirik lagu ini ditulis oleh Paul McCartney, dan kurang lebih tentang akhir suatu hubungan. Ketika salah satu pasangan yang diwakili dengan kata ganti “she” di lagu ini mati rasa atau sudah kehilangan perasaan cintanya. Tanpa menyambung apa pun yang sebenarnya ada di kepala McCartney saat membuat lagu ini, saya membayangkan betapa pahitnya menyadari bahwa seseorang yang sejak lama begitu mencintai diri kita, menerima kita betapa pun buruknya kita, dan bahkan mendewakan kita dengan cintanya, tiba-tiba kehilangan pijakannya untuk terus mencintai kita seperti itu. Lebih buruk lagi, ketika kita terlambat menyadari bahwa cinta yang ia tawarkan mungkin adalah yang terbaik yang pernah kita dapat. TERLAMBAT. Mungkin tidak ada rasa yang lebih menyesakkan ketimbang kesembilan huruf tersebut. Mungkin banyak yang sudah merasakan perasaan sesak yang sama. Ketika menyadari bahwa keberadaanmu sudah tiada artinya lagi. Ketika cintanya sudah mati. Ketika cinta telah menyatakan terlalu lelah untuk berjalan atau untuk sekedar bertahan. Ketika kamu menatap matanya dan hanya bertemu hampa. Hari ketika harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta itu memang telah pergi. Sesak. Kata itu mungkin kata terbaik yang boleh mewakili banyak rasa yang berkecamuk ketika mengalaminya. Namun, semuanya hanyalah sebuah proses. Sebuah proses yang mau tidak mau harus dilewati. Proses yang kelak akan mendewasakan kita. Di mana darinya kita akan belajar bahwa dalam mencintai itu tidak ada garansi sebuah akhir yang menyenangkan atau menyakitkan. Yang bisa kita lakukan hanyalah menyiapkan diri agar mampu mendarat ketika harus jatuh di antara terbang. Dan, ingatlah satu hal, that there is no such thing like ‘backspace’, ‘edit’ or ‘undo’ button in this life. Bukalah matamu.

“Your day breaks, your mind aches.. There will be time when all the things she said will fill your head. You won’t forget her..”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s