Helen Keller: The Golden Silence

“I can see, and that is why I can be happy, in what you call the dark, but which to me is golden. I can see a God-made world, not a man-made world.” -Helen Keller

319-2-hellenkeller02Lahir dengan kondisi penglihatan dan pendengaran yang normal ternyata tidak membuktikan bahwa seseorang akan hidup dalam keadaan normal. Nama lengkapnya Helen Adams Keller. Lahir pada 27 Juni 1880 di Tuscumbia, Alabama, Amerika Serikat, dari sebuah keluarga sederhana pasangan Kapten Arthur Henley Keller dan Kate Adam Keller.

Siapa sangka bahwa Helen yang terlahir normal, hidupnya berubah setelah ia kehilangan pendengaran dan penglihatannya. Pada Februari 1882, saat Helen masih berusia 19 bulan, ia jatuh sakit. Penyakitnya sampai saat ini masih misteri. Saat itu, dokter-dokter menyebutnya “demam otak”. Dokter-dokter modern menduga bahwa penyakit itu mungkin adalah demam jengjering atau radang selaput.

Saat itu, Helen diduga tidak akan terselamatkan. Namun, dugaan dokter tidak sepenuhnya benar, karena akhirnya demam Helen reda. Orangtuanya begitu lega bahwa dugaan itu tidak benar. Namun disayangkan, kelegaan orang tua Helen memudar begitu mengetahui bahwa penyakit itu telah merenggut pendengaran dan penglihatan Helen, dan merubah Helen menjadi anak yang buta dan tuli.

Seiring beranjak besar, Helen malang tumbuh menjadi anak yang sulit. Ia sering kali menghancurkan piring-piring dan lampu-lampu. Helen menjadi anak yang penuh amarah dan membuat kerabat dan tetangganya menganggapnya sebagai monster.

Orang tua Helen mulai menyerah, begitu dokter-dokter menyatakan bahwa tidak ada yang bisa dilakukan lagi untuk menyembuhkan buta dan tuli Helen. Seorang dokter di Baltimore menyarankan mereka untuk mengunjungi ahli setempat yang menangani masalah anak-anak tuli. Ahli ini adalah penemu telepon, yaitu Alexander Graham Bell, yang saat itu suka mengajar anak-anak tuli. Bell menyarankan agar Keller menulis surat ke Michael Anagnis, seorang direktur Institusi Perkins dan suaka bagi anak-anak buta di Massachussets, dan memintanya mencoba mencarikan seorang guru bagi Helen. Setelah Michael Anagnos mempertimbangkan kasus Helen, lalu ia merekomendasikan Anne Sullivan.

Helen-and-AnneHelen dan Anne mengisi tahun-tahun ini dengan mengadakan tur, memberikan ceramah, berbicara tentang pengalaman-pengalamannya dan kepercayaannya pada banyak orang yang terpikat mendengarnya. Apa yang ia katakan diterjemahkan kalimat demi kalimat oleh Anne Sullivan dan diikuti oleh sesi tanya jawab.

Ibu Helen, Kate meninggal pada 1921. Akhirnya satu-satunya orang yang terus bersama Helen adalah Anne. Namun di tahun yang sama, Anne pensiun dari kerjanya mengajar dan menemani Helen dalam setiap ceramahnya karena kondisi kesehatannya yang memburuk. Akhirnya posisi Anne untuk menemani Helen dalam ceramah-ceramahnya dan untuk menterjemahkan maksud Helen kepada publik digantikan oleh sekretaris Anne, yaitu Polly Thomson.

Setelah Anne meninggal, Helen dan Polly pindah ke Arcan Ridge, di Westport, Connecticut, yang menjadi rumah Helen hingga akhir hidupnya.

Setelah Perang Dunia II, Helen dan Polly menghabiskan bertahun-tahun melakukan perjalanan keliling dunia menggalang dana untuk yayasan di Amerika untuk tuna netra di luar negri. Mereka mengunjungi Jepang, Australia, Amerika Utara, Eropa dan Afrika.

Rumah mereka di Arcan Ridge sempat mengalami kebakaran, namun tidak lama dibangun kembali. Helen Keller merasa sangat sedih, yang membuatnya kehilangan adalah buku yang pernah ia kerjakan mengisahkan tentang Anne Sullivan yang berjudul “Teacher: Anne Sullivan Macy”.

Pada tahun 1953 sebuah film dokumenter “The Unconquered” dibuat yang mengisahkan kehidupan Helen, film ini memenangkan Academy Award sebagai film dokumenter terbaik. Hal ini bersamaan waktunya dengan Helen mulai mengerjakan lagi bukunya “Teacher: Anne Sullivan Macy” tujuh tahun setelah buku aslinya musnah, buku ini akhirnya diterbitkan pada tahun 1955.

Tercatat dalam sejarah bahwa Helen telah menghasilkan 12 buku. Karya-karyanya yang terkenal adalah “The Frost King” (1891), “The Story of My Life” (1903), “The World I Live in” (1908), “Out of The Dark” (1913), dan “My Religion” atau “Light in My Darkness” (1927).

Pada Oktober 1961 Helen mengalami serangan stroke pertama dari serangkaian stroke yang ia alami dan membuatnya menarik diri dari publik. Ia menghabiskan tahun-tahun yang tersisa dirawat di rumahnya di Arcan Ridge.

Pada 1964, Presiden Lyndon Johnson menganugrahi Helen “Presidential Medal of Freedom”, penghargaan tertinggi Amerika Serikat yang diberikan negara kepada penduduk sipil. Setahun kemudian, namanya diabadikan di Hall of Fame, New York.

Pada 1 Juni 1968, Helen Keller menutup usianya, dan abunya ditempatkan di Katedral Nasional di Washington, bersebelahan dengan abu Anne Sullivan dan Polly Thomson.

Artikel ini ditulis ulang setelah diterjemahkan dari berbagai sumber literatur tua sebagai kontribusi untuk final project seorang teman di tahun 2010. Sebelumnya pernah dipost di blogzine pribadi saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s